Antisipasi Kemarau Kementan Genjot Percepatan Tanam Korporasi Benih Padi
-->

Header Menu

Antisipasi Kemarau Kementan Genjot Percepatan Tanam Korporasi Benih Padi

Jufri
Senin, 18 Mei 2020


AHAD NEWS ■  Kementan RI Genjot Percepatan Tanam Korporasi Benih Padi Untuk Mendukung Ketahanan Pangan di Tengah Covid 19. Hal ini juga untuk mengantisipasi musim Kemarau.

Senada hal diatas tersebut Kepala Bidang Tanaman Pangan, Ir. Imawan Eko Handriyanto, MP mewakili Kepala Dinas  Pertanian Pangan Kab. Bantul bersama dengan Koordinator BPP, petugas lapang, PBT serta POPT mendorong petani melakukan gerakan percepatan tanam Pengembangan Benih Padi Berbasis Korporasi Petani di kelompoktani Maju II, Desa Wijirejo, Kec. Pandak, Kab. Bantul, DIY seluas 17 ha varietas Inpari 32.  

Imawan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementan yang telah mengalokasikan kegiatan tersebut. Dinas Pertanian Kab. Bantul sangat mendukung kegiatan ini, diharapkan nantinya jika berhasil dapat menambah pendapatan petani dan dapat direplikasi oleh kelompok tani yang lainnya, kata dia, (15/5). 
 
Kabid TP Dinas Pertanian Bantul, Trias Suhartati, STP selaku Koordinator BPP Kec. Pandak mengaku merasa senang kelompok tani binaanya mendapat kegiatan yang akan menambah kemauan dan kemampuan  petani menjadi produsen benih padi yang handal dan mampu menyediakan benih secara insitu untuk masyarakat sekitar terutama wilayah Kab. Bantul. 

Dari testimony Ketua Kelompoktani Maju II, Jumakir mengungkapkan, petani sangat terbantu adanya bantuan dari Kementan, terlebih dengan adanya Covid ini, petani tetap dapat beraktivitas memproduksi benih padi untuk wilayah Bantul, hasil panennya pun langsung di opkup oleh mitra dan terbangunnya pemanfaatan alsintan. Dirinya mengaku jual hasil berupa benih lebih menguntungkan 2 kali lipatnya daripada tanam padi konsumsi.Dengan kegiatan ini, tidak usah memikirkan pemasarannya lagi. Ia juga menyampaikan permasalahan, daerah Kec. Pandak ini saat kemarau sering terdapat kendala air dan butuh bantuan pompa dan perbaikan saluran irigasi, tandasnya penuh harapan.  

Terpisah, Dirjen Tanaman Pangan Ir. Suwandi, M.Si menegaskan, untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim kekeringan yang panjang, Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya menggenjot peningkatan produksi benih padi untuk mendukung ketahanan pangan dan menyiapkan benih insitu di tengah Covid 19. Suwandi menargetkan, “Ke depan semua kegiatan perbenihan tanaman pangan dikelola dalam bentuk korporasi petani”. Semua saham milik petani, dikelola oleh petani dalam bentuk korporasi dan keuntungan juga untuk petani, tandasnya.


Selain itu, Direktur Perbenihan, Ir. Takdir Mulyadi, MM menyampaikan bahwa sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, kegiatan ini ditujukan untuk memberdayakan petani dan memandirikan petani agar berdaya saing. 

Takdir berharap, nantinya petani mampu meningkatkan kapasitasnya, makin handal membuat benih padi inbrida secara mandiri untuk insitu, dikelola secara terpadu mulai hulu sampai hilir dan nilai tambah petani terus meningkat. Disamping itu menghemat biaya produksi berupa benih. Kegiatan ini tentunya perlu dukungan dan peran serta semua stake holder dari Kementrian Pertanian, Pemerintah Daerah Prov. DIY/Kabupaten, Pengawas Benih Tanaman (PBT), POPT, Penyuluh dan Swasta/BUMN. 

Catur Setiawan, Kasubdit Pengawasan Mutu Benih saat Sosialisasi Korporasi menuturkan, bahwa Kementan melalui Dit. Perbenihan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan memberikan motivasi dalam memberdayakan petani dan memandirikan benih berupa bantuan : benih sumber, pupuk dan pestisida , biaya prosesing benih (bagi petani yang tidak bermitra) sedangkan untuk petani produsen benih yang sudah eksis (ex Desa Mandiri Benih/Produsen benih yang belum berbadan hukum) di beri bantuan untuk mendirikan badan usaha yang berbadan hukum.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. DIY, Ir. Arofah Noor Indriani, M.Si mengatakan “Pada prinsipnya sangat mendukung kegiatan ini, dimana  petani diuntungkan dan bisa menyediakan benih secara insitu dan meningkat kesejahteraanya, tentu dari hasil jual berupa calon benih lebih menguntungkan dibanding jual dari hasil padi konsumsi”. Ke depan, dirinya optimis, Provinsi DI. Yogyakarta akan terus tumbuh petani petani yang menjadi produsen benih yang handal dan mampu menyediakan benih secara mandiri, sehingga tidak perlu lagi mendatangkan benih dari luar provinsi, paparnya.    

“Keberhasilan korporasi ini tentu tidak lepas dari peran  Pengawas Benih Tanaman (PBT) sebagai ujung tombak dalam mengawal dan mengawasi kegiatan penangkaran benih padi inbrida”. Segera lakukan percepatan langkah tugas di lapangan, tutur Arofah.  

Kepala Balai Pengembangan Perbenihan dan Pengawasan Mutu Benih Tanaman Pertanian (BP3MBTP) Prov. DIY, Ir. Suharto Budiono, MP. Suharto siap mendukung dan menginstruksikan kepada Pengawas Benih Tanaman untuk tetap melaksanakan tugas dan fungsinya dalam mengawal sertifikasi mutu benih kegiatan ini, meski di tengah pandemic Covid 19. Yang utama tentu tetap memperhatikan protokol kesehatan penanganan Covid 19, pungkasnya

Kontributor : Retno Setianingsih