• Jelajahi

    Copyright © AHADNEWS.COM | BERITA HARI INI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Satu Pasien Positif Covid-19 Meninggal, Begini Kata Kadinkes Sukabumi

    R-01
    Sabtu, 04 April 2020, 12:24 WIB Last Updated 2020-04-04T15:23:16Z

    AHAD NEWS ■ Lagi, satu warga Desa Cibodas, Sukabumi meninggal. Sebelumnya, pasien laki-laki itu dinyatakan positif Covid-19 dari hasil rapid test.

    Juru bicara pusat informasi dan koordinasi Covid-19 Kabupaten Sukabumi Harun Alrasyid menyatakan, warga Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi itu meninggal di RSUD Sekarwangi Cibadak pada Jumat (3/4/2020) berstatus PDP positif Covid-19.

    Setelah koordinasi dengan pihak terkait, almarhum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

    Jenazah tiba dirumah duka sekitar pukul 21.00 WIB menggunakan ambulans dari RS Sekarwangi pada Jumat Malam, (03/04/20).

    Proses pemakaman di jalankan sesuai protokol kesehatan penanganan virus corona. Jenazah tiba sudah berada dalam peti mati diturunkan oleh tiga orang petugas rumah sakit lengkap dengan Alat Pelindung Diri (APD)

    Berdasarkan informasi yang di terima dari Pusat informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Sukabumi, Pihak RSUD Sekarwangi menerangkan bahwa awalnya hasil pemeriksaan rapid test pasien dinyatakan positif dan menunjukan gejala covid-19.

    "Padahal dari hasil Swab yang di keluarkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Jakarta pasien tersebut tidak terconfirm covid 19, pasien tersebut meninggal dalam perawatan di ruang Isolasi RS dan telah ditangani dengan Layak sesuai Protokol kesehatan," jelas Harun Alrasyid selaku Juru Bicara Pusat Informasi Dan Koordinasi covid-19 Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu, (04/04/2020).

    Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sesaat yang lalu, menurut Harun, yang juga selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi menjelaskan bahwa warga tidak perlu takut untuk menerima dan menguburkan jenazah akibat covid-19.

    "Lebih beresiko kalau tidak di makamkan, prosedur dan protokol kesehatan jelas bagi korban akibat covid-19 ada beberapa tahapan yang dilakukan rumah sakit, pertama akan disemprot desinfektan, dibalm/balsem, Dibungkus plastik, ditutup peti mati. dan itu dipastikan aman," jelasnya.


    Dia menambahkan, adalah salah besar jika tidak makamkan.

    "Kalau tidak dimakamkan justru mata rantainya tidak terputus, malah jadi menyebar kemana mana, ini yang lebih beresiko, malah saya sampaikan apresiasi untuk warga Cibodas ini artinya masyarakatnya sudah berfikir lebih maju, kami juga apresiasi kepada jajaran petugas dilapangan telah meyakinkan masyarakat hingga pelaksanaannya berjalan lancar dan kondusif," pungkasnya.

    ■ R-01/rls

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    BERITA TERBARU

    loading...