Cegah Corona Masuk Kampung, Jalur Tikus Desa Pulosari Sementara Ditutup
-->

Header Menu

Cegah Corona Masuk Kampung, Jalur Tikus Desa Pulosari Sementara Ditutup

Redaksi
Senin, 06 April 2020


AHAD NEWS ■ Untuk masuk ke wilayah Dukuh Tumbu, Desa Pulosari, Kecamatan Pulosari, Pemalang, Jawa Tengah beberapa jalur tikus/jalan alternatif berdasarkan kesepakatan warga di tutup sementara, penutupan ini pun berlaku bagi kendaraan roda empat atau lebih.

Menurut  Waluyo, Ketua RW  Dukuh Tumbu penutupan jalan ini bertujuan untuk memaksimalkan pemantauan dan pengawasan terhadap pemudik atau orang yang habis bepergian dari daerah yang sudah ditetapkan sebagai zona merah.

Selain itu, kata Waluyo, juga untuk memudahkan pendataan, dan mengingatkan agar langsung memeriksakan diri ke RS atau puskesmas terdekat kemudian melaksanakan karantina secara mandiri selama 14 hari kedepannya.

Penutupan sementara juga bertujuan agar warga setempat mudah diawasi dan mengurangi aktivitas ke luar wilayah dan meminimalisir kehadiran tamu dan pendatang tanpa kepentingan urgen.

"Karena segala sesuatunya dilakukan dan dilaksanakan secara mandiri tanpa campur tangan dari pihak manapun, kerukunan dan kekompakan menjadi kunci terlaksananya agenda yang sedang di jalankan sejak beberapa Minggu yang lalu," ujar Waluyo.

Alhamdulillah, prakarsa ini berlangsung nyaman bagi warga. Sampai hari ini, Senin 6 April 2020 kekompakan dan soliditas masih tetap terjalin, 3 pos jaga dan portal selalu stand by 3 personil relawan dan akan bergantian setiap 6 jam.

Relawan di bekali sprayer berisi 25 liter disinfektan untuk menyemprot badan kendaraan dan hand sanitasi berisi anti septic guna menyemprot pengendara atau hewan yang dibawa.

Waluyo menambahkan, sampai saat ini tidak ada warga dan pengguna jalan dari daerah lain yang merasa terganggu akibat dari kegiatan  tersebut. Saling memaklumi dan menyadari pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah datangnya bahaya suatu penyakit sudah dipahami betul oleh sebagian warga di daerah tersebut.

Untuk yang ke tiga kalinya RT 37 menyemprotkan cairan disinfektan ke seluruh rumah dan pelataran warga hingga tempat ibadah.


"Kami punya jadwal satu kali dalam seminggu. Meski pun seluruh rangkaian terlaksana atas dasar mandiri oleh warga akan terus dilakukan agar daerah ini terhindar dan terbebas dari virus yang sangat berbahaya tersebut," ujarnya, hari ini.

Menurutnya, semua diuntungkan dengan kegiatan semacam ini, meskipun tidak ada yang menerima imbalan dari seluruh kegiatan yang memakan waktu tenaga pikiran bahkan materi, namun mereka (pemuda dukuh Tumbu) tetap semangat dan ikhlas menolak kedatangan covid 19 di lingkunganya," tandas Roni aktifis pemuda setempat, yang juga pemilik POM Mini di perempatan.

■ Himawan